Aturan Baru Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

  • Kamis, 31 Januari 2019 pukul 11:54
  • Ali Rachman
  • Comments

Setelah tahun lalu diberlakuan cara penilaian baru dalam SBMPTN, dimana yang semula skore tiap butir soaal nilainya sama yang dikenal selama ini, yakni menjawab benar mendapat point 4, menjawab salah mendapat point -1 dan tida menjawab memperoleh nilai 0, diubah dengan pembobotan tiap soal atas tingkat kesulitannya, maka mulai seleksi masuk perguruan tinggi negeri tahun 2019 ada beberapa perubahan. Perubahan ini jelas harus diketahui oleh para calon mahasiswa yang ining berkuliah di perguruan tinggi negeri (PTN) tentunya.

Aturan baru itu disampaikan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) melalui konsferensi pers   Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 di Ruang Sidang Utama, Gedung D Kemenristekdikti pada hari  Senin 22 Oktober 2018. Pada konsferensi pers itu disaampaikan bahwa kemenristekdikti telah  menetapkan kebijakan baru terkait Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) Tahun 2019. 

Disebutkan,  terdapat sejumlah ketentuan baru yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk sistem tes yang dilakukan peserta sebelum mendaftar ke PTN. Adanya perubahan aturan baru  tersebut terkait pengembangan model dan proses seleksi berstandar nasional dan mengacu pada prinsip adil, transparan,fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai perkembangan teknologi informasi di era digital. Perubahan-perubahan itu meliputi : 

Pertama, adanya lembaga atau Institusi LTMPT atau  Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).   LTMPT merupakan lembaga nirlaba penyelenggara tes masuk Perguruan Tinggi (PT) bagi calon mahasiswa baru. LTMPT berfungsi Mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh Rektor PTN Melaksanakan Ujian Tulis Berbasis Komputer ( UTBK).   

Ke dua, terkait dengan alur pendaftaran. Jika selama ini yang dilakukan oleh calon mahasiswa adalah melakukan pendaftaran terlebih dahulu baru melakukan tes, maka pada penerimaan mahasiswa tahun 2019 ini calaon mahasiswa melakukan  Tes dahulu  sehingga mereka me dapat nilai, kemudian nili ini digunakan untuk mendaftar di  PTN .   

Yang ke tiga, seleksi masuk perguruan tinggi negeri mulai tahun 2019 ini terdapat hanya ada 1 model tes.  yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).   Mulai tahun mendatang metode Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) ditiadakan dan UTBK berbasis Android sementara belum diterapkan (masih dikembangkan).   

Sedang yang ke empat, terkait dengan materi tes, terdapat  2  (dua) materi tes  pada seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).   Untuk soal TKA, tetap akan menggunakan pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum).  

Terkait dengan hal ini dikarenakan dalam kurikulum 2013 terdapat apa yang disebut sebagai materi lintas minat, maka sebaiknya maslah pilihan lintas minat tetap dibuka secara adil baik keapada peserta didik dari peminatan Saitek maupun dari peminatan Soshum. 

Sementara itu, yang ke lima, para calon mahasiswa dapat  melakukan tes 2 (dua) kali Ketua Panitia SBMPTN 2018 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi menyebutkan, Peserta Tes Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2019 dapat mengikuti UTBK maksimal sebanyak dua kali, dengan membayar uang pendaftaran UTBK sebanyak Rp. 200.000 pada setiap tes. Calon mahasiswa  dapat menggunakan nilai tertingginya yang diraihnya untuk  mendaftar program studi yang diinginkan.     

Perubahan aturan yang ke enam adalah bahwa UTBK diselenggarakan 24 kali dalam satu tahun.  pada hari Sabtu dan Minggu selama 12 kali.   Pelaksanaan SBMPTN akan dilaksanakan  pada bulan Maret 2019 , dimana tes  akan serentak dimulai Pk. 08.00 dan Pk. 13.00.  Sedang  pola seleksi masuk PTN tahun 2019 tetap akan dilaksanakan melalui tiga jalur yaitu, yakni SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri, dengan masing-masing daya tampung SNMPTN minimal 20%, SBMPTN minimal 40% dan Seleksi Mandiri maksimal 30% dari kuota daya tampung tiap prodi di PTN.

Read More

Pendidikan, Menuju Perubahan yang Berarti

  • Kamis, 31 Januari 2019 pukul 11:39
  • Ali Rachman
  • Comments

Menurut Yuvah Noah Harari dalam Lessons for the 21st Century, perubahan adalah sesuatu yang konstan. Pernyataan Harari ini menyiratkan pesan bahwa segala sesuatu pasti akan mengalami perubahan, sehingga semuanya dituntut adanya sebuah penyesuaian. Tanpa penyesuaian dengan yang baru, jelas akan mengalami sedikit atau banyak ketidaksesuaian.Suatu hari beberapa anak petani berkata pada saya saat ditanya cita-citanya. Mereka menjawab bahwa suatu saat akan jadi petani seperti keluarganya. Setiap hari pergi ke sawah, mencangkul, mencari penghasilan untuk keluarga. Pernyataan ini menggambarkan rendahnya minat anak-anak terhadap perubahan.

Fenomena ini bukan menyiratkan bahwa seseorang harus berpendidikan tinggi atau memiliki karier yang tinggi, tapi menyiratkan bahwa mereka lebih suka ikut-ikutan tanpa mau menjadi diri yang berbeda.Dalam hidup ini, perubahan tidak dapat kita tolak. Tanpa generasi yang memiliki minat perubahan yang lebih berarti, Indonesia tidak akan maju secara SDM. Fenomena ini adalah persoalan pendidikan dan keluarga untuk mendorong peserta didik untuk melakukan perubahan yang berarti bagi hidup mereka.Fenomena orang-orang yang hidup tanpa perubahan, artinya suka ikut-ikutan atau gagal didikan, contohnya sudah banyak sekali di negeri ini. Misalnya dalam persoalan korupsi. Mereka yang mencuri uang rakyat adalah orang-orang yang tidak suka bekerja keras. Mereka menghasilkan uang dengan cara mencuri dan ini adalah cara yang simpel. Kerja keras merupakan tanda menuju perubahan. Sementara koruptor, yang suka kerja simpel, bagian dari orang-orang yang tidak suka perubahan.Untuk itulah, bisa dikatakan, bahwa suatu bangsa bisa diukur kemajuannya dari segi minat masyarakat untuk melakukan perubahan. Baik itu berubah karena perubahan zaman, ilmu pengetahuan, hukum dan sebagainya. Artinya, mereka bisa menyesuaikan dirinya sendiri dengan keadaan dengan benar.

Fenomena anak petani tadi harus segera menjadi perhatian. Lembaga sekolah dan keluarga harus mendorong mereka untuk melakukan perubahan yang berarti, yang sesuai dengan kondisi keindonesian. Kondisi Indonesia sekarang jangan sampai ditiru oleh generasi-generasi muda. Mereka harus mengubah kondisi tersebut menjadi lebih baik. Kondisi bebas dari korupsi, ketidakadilan, orang pinggiran yang kelaparan, perampasan hak orang, dan lainnya. Menuju perubahan adalah---jika kita ingin berarti untuk Indonesia dan zaman ini---tuntutan yang wajib. Dengan ini, anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini tidak boleh memiliki minat hidup yang stagnan, tapi hidup yang dinamis, yaitu perubahan yang kemudian diwujudkan untuk sebuah kemajuan.

Mengantarkan mereka pada perubahan yang berarti, bisa dilakukan dengan cara didikan yang baik, misalnya penanaman nilai karakter hidup yang dinamis dan karakter untuk selalu menuju perubahan yang sesuai dengan kondisi zaman mereka. Dengan ini lembaga pendidikan dan keluarga harus melaksanakan dan memerhatikan hal ini dengan baik.Sekolah dan lembaga pendidikan lainnya di satu sisi perlu mengembangkan kemampuan para pelajar, di sisi yang lain perlu memperkuat kesadaran mereka terhadap kondisi-kondisi di sekitar mereka. Sebagai contohnya, lingkungan hidup yang bersih. Mereka perlu disadarkan bahwa lingkungan yang baik adalah yang bersih dari kotoran sampah. Diingatkan bahwa kenyamanan lingkungan sosial dan juga proses pembelajaran yang baik harus memiliki lingkungan yang bersih. Ini adalah contoh kecil perubahan yang sesuai dengan keadaan. Ketika para pelajar, utamanya anak petani tadi, memiliki minat untuk melakukan perubahan berdasarkan keadaan yang ada di sekitarnya, maka persoalan demi persoalan akan mengalami perubahan karena disebabkan perubahan yang dilakukan oleh mereka.Maka dengan itu adalah tugas kita mendorong anak-anak petani dan lainnya yang tidak mengerti pentingnya perubahan yang edukatif. Dalam melaksanakan tugas penting ini, sekolah tidak hanya satu-satunya tempat, keluarga juga salah satu tempat terbaik menempa anak-anak menjadi pribadi yang suka melakukan perubahan.

Pembahasan ini juga terkait erat dengan pernyataan Soekarno tentang 10 pemuda yang bisa mengguncangkan dunia. Pernyataan tersebut bisa bermakna pemuda-pemuda yang memiliki ambisi besar untuk melakukan perubahan. Jika rata-rata generasi baru bangsa ini adalah generasi seperti yang dimaksud Soekarno, maka mereka akan mengubah dan membantu persoalan bangsa ini. Persoalan bangsa ini sudah cukup banyak. Dari persoalan paling bawah sampai paling atas. Tapi, sayangnya, generasi baru sekarang kurang peduli dan memang dari yang lebih tua kurang antusias menceritakan persoalan yang dialami bangsa ini.

Antusiasme yang kurang ini terlihat ketika transformasi ilmu di kelas dan di lingkungan keluarga. Transformasi hanya membimbing mereka (anak-anak) memahami mata pelajaran, rangking dan nilai yang bagus, serta prestasi. Tindakan demikian memang mendorong pada perubahan, tapi perubahan yang dimaksud di sini bersifat individualis. Dampaknya kurang mengena pada persoalan-persoalan di sekitarnya. Hal ini bisa kita buktikan dengan pertanyaan, kenapa para pelajar kurang peduli dengan lingkungan yang kotor yang menyebabkan banjir? Kenapa para pelajar, misalnya anak SMA sederajat dan mahasiswa tidak antusias mensosialisasikan kebersihan lingkungan, kenapa harus menunggu perintah pemerintah? Fakta ini tidak bisa kita tolak. Karena kenyataannya, kita lebih suka mendorong anak-anak melakukan perubahan yang dampaknya tidak luas. Oleh karenanya, mari dorong mereka pada perubahan yang lebih berarti.

Read More

UNM MENGAJI

  • Kamis, 10 Agustus 2017 pukul 09:09
  • Ali Rachman
  • Comments

Info Maba 2017 - Update UNM Mengaji

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 14:51

SYAMSIR GALIB

HITS: 3009

  • E-mail
  • Print
  • PDF

UNM - Update berita Mahasiswa Baru yang beragama Islam terkait kewajiban untuk hadir pada kegiatan UNM Mengaji pada.

Waktu : Jum'at, 11 Agustus 2017 Pukul 07.00 WITA
Tempat : Pelataran Lantai 1 Menara Pinisi UNM

UNM mengaji itu merupakan rangkaian diesnatalis UNM dan harteknas yang akan dihadiri oleh 8 menteri dan petinggi-petinggi RISTEK DIKTI

 

Laki-laki

  • Memakai baju muslim/kemeja warna putih
  • Memakai songkok/kopiah warna hitam
  • Memakai celana warna hitam
  • Membawa Al-Quran dan sajadah
  • Membawa kantong plastik untuk menyimpan alas kaki

Perempuan

  • Memakai baju muslimah/kemeja warna putih
  • Memakai jilbab warna hitam
  • Memakai rok warna hitam
  • Membawa Al-Quran dan sajadah
  • Membawa mukenah warna putih
  • Membawa kantong plastik untuk menyimpan alas kaki

CATATAN

  • Tidak membawa kendaraan (lebih baik diantar/naik kendaraan umum)
  • Pintu masuk melalui sebelah timur Menara Pinisi
  • Kehadiran peserta terhitung sebagai pertemuan awal matakuliah Pendidikan Agama Islam sebagai matakuliah wajib di semester awal dan menjadi indikator penilaian

Read More

UJIAN MASUK PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

  • Senin, 17 April 2017 pukul 13:16
  • Ali Rachman
  • Comments

Ujian Masuk Pascasarjana UNM.dilaksanakan pada tanggal 13 April 2017.dengan Peserta ujian sekitar 340 Mahasiswa S2 dan S3

Read More

Jadikan Hobi Baca Anda Menjadi Lebih Praktis dengan Layanan Website UNJUKBUKU.COM

  • Kamis, 01 Desember 2016 pukul 08:47
  • Admin
  • Comments

        Beberapa waktu yang lalu kami mendapatkan informasi tentang sebuah inovasi besutan teman-teman Mahasiswa UNM yang bernama Unjuk Buku (http://unjukbuku.com). UnjukBuku merupakan sebuah platform berbasis website yang menyediakan layanan peminjaman buku. Ada yang sedikit berbeda dari layanan yang ditawarkan jika dibandingkan dengan jenis layanan buku yang lain. UnjukBuku menghadirkan sebuah konsep saling berbagi pakai buku dengan kata lain saling pinjam meminjam buku secara online tanpa memberlakukan harga sewa buku. Gagasan dari layanan UnjukBuku dilatarbelakangi oleh adanya rasa keprihatinan oleh sang Inovator ketika melihat buku-buku yang hanya berdiam diri saja di lemari, berdebu, dan pada akhirnya termakan usia sedangkan di luar sana masih banyak orang yang membutuhkan bahan bacaan tetapi menemui berbagai masalah dalam memperoleh akses buku, baik itu berupa buku yang langka, buku mahal, terbatasnya waktu untuk mencari, dan kadang masalah transportasi dapat mengundang rasa malas untuk berkunjung ke tempat bacaan seperti perpustakaan, rumah baca, taman baca, atau ke toko buku sekalipun. Berdasar pada masalah tersebut, UnjukBuku hadir dan berusaha memberikan layanan yang semudah dan semurah mungkin agar Anda dapat terus membaca tanpa terhambat oleh kendala teknis seperti yang dijelaskan sebelumnya.

        Hal yang unik dari konsep saling berbagi-pakai / pinjam-meminjam buku yang ditawarkan adalah sumber utama buku bacaan tidak berada pada UnjukBuku itu sendiri melainkan berusaha untuk mengajak orang-orang yang nantinya sebagai user untuk saling memanfaatkan bukunya agar dapat dibaca oleh user lain. Dengan begitu, visi utama dari UnjukBuku yaitu berusaha untuk menghadirkan segala jenis buku ke dalam kehidupan Anda tanpa dibatasi ruang dan waktu. UnjukBuku berusaha untuk menghidupkan seluruh buku yang ada di seluruh titik-titik wilayah masyarakat agar dapat berfungsi sesuai dengan fungsinya yaitu "Dibaca". Adapun keuntungan yang diperoleh dari orang yang membaca dan yang meminjamkan buku akan memperoleh poin sebagai penghargaan dari pencapaian yang dilakukan.

        Saat ini Tim UnjukBuku sedang melakukan persiapan dan pembenahan layanan agar dapat memberikan yang terbaik baik bagi user nantinya. Jadwal rilis dari layanan ini belum kami ketahui secara pasti tanggalnya, akan tetapi informasi dari tim UnjukBuku membenarkan bahwa layanan ini akan segera beroperasi di tahun 2017. Bagi teman-teman yang ingin memperoleh informasi lebih detail bisa mengunjungi websitenya di http://unjukbuku.com dan juga bisa bertanya melalui kontak yang tertera dalam website. Silahkan teman-teman subscribe di situs unjukbuku untuk mendapatkan update informasi dan jadwal rilis dari layanan tersebut.

Read More